IDMEDIA.ID, PALOPO – Komisi B DPRD Kota Palopo yang membidangi infrastruktur dan pemadam kebakaran, bersama Wakil Ketua II DPRD, kunjungi Kantor Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palopo pada Kamis (08/08/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi fasilitas, kelengkapan alat, dan kesiapan operasional Damkar dalam melayani masyarakat.
Baca Juga : DPRD Palopo Tunggu Risalah APBD-P 2025 dari TAPD
Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPRD mendapati kondisi sarana dan prasarana yang dinilai memprihatinkan.
Sejumlah peralatan penting seperti nosel, alat pelindung diri (APD), hingga perlengkapan kendaraan pemadam ditemukan dalam kondisi usang dan tidak layak pakai.
Bahkan, beberapa unit kendaraan pemadam kebakaran diketahui sudah tidak dapat difungsikan sama sekali.
Baca Juga : 3 Fraksi DPRD Palopo Walk Out dari Rapat Paripurna Penyerahan Rancangan Awal RPJMD 2025-2029
Wakil Ketua II DPRD Palopo, Alfri Jamil, menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi ini karena menyangkut keselamatan para petugas yang bertugas di lapangan.
“Kami akan mendorong pembahasan khusus pada anggaran 2026 untuk memastikan pengadaan sarana dan prasarana Damkar yang memadai,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Damkar Kota Palopo, Rachmad, memaparkan bahwa dari enam unit mobil pompa yang dimiliki, dua unit sudah tidak berfungsi.
Baca Juga : Pansus 2 DPRD Palopo Harmonisasi Ranperda tentang Bangunan Gedung, Target Tahun Ini Tuntas
Selain itu, Damkar hanya memiliki satu unit mobil suplai dan satu unit mobil rescue.
Dengan jumlah personel 76 orang, termasuk pimpinan, ketersediaan peralatan yang layak menjadi sangat penting.
“Kami masih menggunakan APD dari tahun 2010 yang belum pernah diganti. Harapan kami, DPRD bisa membantu memperjuangkan anggaran agar peralatan dapat diperbarui demi keselamatan kerja,” ungkapnya.
Baca Juga : DPRD Palopo Tolak Teken Rancangan APBD Perubahan 2025
DPRD Palopo berjanji akan membawa temuan ini ke pembahasan anggaran agar perbaikan fasilitas Damkar dapat segera direalisasikan, sehingga pelayanan darurat kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
