IDMEDIA.ID, TAKALAR – Program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen Universitas Negeri Makassar yakni Dr. Andi Baetal Muaqaddas, M.Sn., dan Muhammad Zia Ulhaq, S.Pd.,M.I.Kom sukses memberikan dampak positif bagi peningkatan kepercayaan diri siswa melalui kegiatan Pelatihan Dasar Teater Menggunakan Metode Role Play di salah satu sekolah di Kabupaten Takalar.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh temuan bahwa banyak siswa usia sekolah di Takalar masih memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah, sehingga kurang berani mengemukakan pendapat, tampil di depan umum, maupun berinteraksi aktif di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut dikuatkan melalui observasi awal serta hasil wawancara dengan guru pendamping.

Baca Juga : Dosen FSD UNM Gelar Pelatihan Cetak Sablon untuk Tingkatkan Kompetensi Siswa SMK Negeri 3 Gowa
“Informasi awal yang kami peroleh bahwa banyak siswa yang kurang percaya diri berbicara didepan umum” Kata Andi Etal
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian menghadirkan pelatihan teater berbasis praktik langsung yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi diri.
Kegiatan ini terdiri atas beberapa tahap, yaitu sosialisasi, pemberian materi dasar teater, latihan teknik peran, pendampingan pementasan, serta evaluasi.
“Melalui teater, siswa tidak hanya belajar tampil, tetapi juga berlatih berkomunikasi, bekerja dalam tim, berpikir kritis, dan mengekspresikan perasaan dengan cara yang positif,” ujar Ketua Tim Pengabdi Andi Etal.
Baca Juga : FSD UNM, Laksanakan Pelatihan Penggunaan Kitoka untuk Siswa SMPN 2 Pangsid di Kabupaten Sidrap
Dalam pelatihan yang berlangsung interaktif tersebut, siswa mempelajari berbagai keterampilan dasar seni peran seperti olah tubuh, olah vokal, olah rasa, improvisasi, hingga simulasi pementasan. Suasana belajar dibuat menyenangkan agar siswa dapat berpartisipasi aktif tanpa tekanan.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keberanian dan interaksi siswa secara signifikan. Banyak peserta yang awalnya pemalu, kini mulai berani tampil di depan kelas dan terlibat dalam dialog panggung. Guru pendamping menilai bahwa program ini membantu siswa menjadi lebih terbuka, percaya diri, serta memiliki motivasi baru dalam belajar.
Kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi siswa, namun juga membuka peluang pembentukan komunitas seni teater di sekolah sebagai kegiatan ekstrakurikuler berkelanjutan.
Baca Juga : Tingkatkan Daya Saing di Era Digital, Unismuh Makassar Gelar Pelatihan Pemasaran Digital untuk UMKM
Tim pengabdian juga menyusun rencana tindak lanjut berupa pendampingan berkala, penyusunan modul pembelajaran teater, serta perluasan kegiatan ke sekolah lain di Kabupaten Takalar.
