Unismuh Makassar, INTI, dan ISU Filipina Sukses Gelar Program COIL Internasional Berbasis Produksi Media Digital

IDMEDIA.ID, FILIPINA, – Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), Institut Turatea Indonesia (INTI), dan Isabela State University (ISU), Filipina, sukses menyelenggarakan hari kedua sekaligus menutup program pengabdian kepada masyarakat internasional berbasis Collaborative Online International Learning (COIL), Kamis (15/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Komputer Kampus Utama ISU, Echague, Filipina, tersebut berfokus pada pengembangan keterampilan produksi teks multimodal dan media digital melalui pembuatan infografis menggunakan Canva serta produksi vlog edukatif.
Program kolaborasi lintas negara ini melibatkan akademisi dan mahasiswa dari ketiga institusi dengan mengintegrasikan pembelajaran digital, komunikasi multibahasa, dan isu lingkungan berkelanjutan. Kegiatan di lokasi dipandu oleh Ismail Sangkala dan Sulkifli dari Unismuh Makassar sebagai fasilitator utama, dengan dukungan Dr. Ali Syahban Amir dari INTI.
Rangkaian kegiatan hari kedua diawali dengan pemeriksaan kehadiran, peninjauan hasil pengembangan identitas akademik yang telah dikerjakan pada hari pertama, serta orientasi untuk memastikan seluruh peserta dapat mengaktifkan portofolio digital mereka. Tahapan ini menjadi landasan bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan literasi digital sekaligus membangun identitas akademik dalam lingkungan pembelajaran internasional.
Selanjutnya, Ismail Sangkala menyampaikan materi mengenai Multimodal Pedagogy dan FAMILY Framework, yang mencakup Form, Audience, Message, Integration, Link, dan Why. Melalui materi tersebut, peserta mempelajari cara menyusun pesan visual yang efektif dengan mempertimbangkan bentuk penyajian, sasaran audiens, isi pesan, integrasi elemen media, keterkaitan informasi, serta tujuan komunikasi.
Peserta juga diperkenalkan pada konsep retorika Aristoteles, yakni Ethos, Pathos, dan Logos, sebagai pendekatan untuk memperkuat kredibilitas, daya tarik emosional, dan logika dalam penyampaian pesan. Pengetahuan tersebut kemudian diterapkan dalam sesi praktik pembuatan infografis akademik menggunakan Canva.
Dalam sesi tersebut, peserta mengangkat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-13 tentang penanganan perubahan iklim (Climate Action). Persoalan Sungai Cagayan di Filipina menjadi salah satu fokus pengembangan konten visual untuk mendorong kesadaran terhadap isu lingkungan dan pentingnya tindakan berkelanjutan.
Memasuki sesi siang, kegiatan dilanjutkan dengan Educational Vlog Production Studio. Peserta ditantang menghasilkan video edukatif berdurasi tiga menit yang mengangkat persoalan sosial maupun lingkungan. Dalam proses produksinya, peserta menerapkan strategi translanguaging, yaitu penggunaan beberapa bahasa, termasuk bahasa Inggris, Tagalog, dan Ilocano, untuk membantu mereka menyampaikan gagasan secara lebih nyaman dan mengurangi kecemasan saat berbicara di depan kamera.
Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk memanfaatkan kekayaan bahasa yang mereka kuasai dalam menyampaikan informasi kepada audiens yang beragam. Selain mengasah keterampilan berbicara, kegiatan ini juga mendorong kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kecakapan dalam memproduksi konten edukatif berbasis digital.
Hasil karya peserta kemudian dipresentasikan melalui pameran digital menggunakan Padlet. Setiap kelompok mengunggah infografis dan vlog yang telah dibuat, memaparkan gagasan di balik karyanya, serta memberikan ulasan terhadap hasil kerja kelompok lain. Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran ide sekaligus evaluasi antarpeserta dalam suasana pembelajaran kolaboratif lintas negara.
Kelancaran pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh tim Unismuh Makassar yang bekerja dari Indonesia. Dosen Dzur Rif’ah Mahmudah bersama mahasiswa Mutmainnah dan Achmad Auckschan berperan dalam mengelola repositori digital, memantau galeri pameran Padlet, serta memperbarui papan peringkat peserta secara langsung. Dukungan jarak jauh tersebut melengkapi fasilitasi di lokasi sehingga seluruh rangkaian aktivitas digital dapat berjalan secara terkoordinasi.
Rangkaian program ditutup dengan pelaksanaan post-test untuk mengukur peningkatan kompetensi peserta melalui perbandingan skor hasil pembelajaran atau gain score. Setelah itu, panitia mengumumkan peserta yang meraih posisi pada papan peringkat dan memberikan digital badges sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi serta pencapaian peserta selama mengikuti program.
Direktur ISU Language Center, Dr. MA. Theresa L. Eustaquio, memimpin upacara penutupan resmi sekaligus menyerahkan sertifikat kepada para peserta. Penutupan tersebut menandai berakhirnya rangkaian kegiatan COIL yang mempertemukan tiga institusi pendidikan dalam kolaborasi pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat berbasis teknologi digital.
Melalui program ini, Unismuh Makassar, INTI, dan ISU menunjukkan pentingnya kerja sama internasional dalam memperluas pengalaman belajar, meningkatkan literasi digital, serta mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya. Perpaduan antara pendampingan langsung dan dukungan daring juga memperlihatkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk membangun pembelajaran kolaboratif yang melampaui batas geografis.