KNPI Kota Makassar Soroti Pamflet Pawai LGBT, Baso Muhammad Ikram: Pemuda Harus Jaga Kondusivitas

IDMEDIA.ID, MAKASSAR — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Makassar menyoroti beredarnya pamflet digital bertajuk “Pawai Semarak LGBT” yang mencantumkan rencana kegiatan di kawasan Anjungan Pantai Losari, Makassar, Jumat (25/9/2026).
Ketua DPD KNPI Kota Makassar, Baso Muhammad Ikram, mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuda, agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial sebelum kebenarannya dipastikan.
Menurut Ikram, setiap persoalan yang berkembang di ruang publik perlu disikapi secara bijak dengan mengedepankan ketertiban, keamanan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai sosial dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat Makassar.
“Kami mengimbau seluruh pemuda dan masyarakat Kota Makassar untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Informasi yang beredar perlu dipastikan terlebih dahulu kebenarannya. Jangan sampai persoalan yang belum jelas justru menimbulkan gesekan dan mengganggu kondusivitas kota,” ujar Baso Muhammad Ikram.
Ikram menegaskan, KNPI Kota Makassar mendorong agar setiap persoalan yang berkaitan dengan aktivitas di ruang publik diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku. Menurutnya, pemuda harus mengambil peran sebagai bagian dari solusi dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik.
“Pemuda harus menjadi pelopor dalam menjaga persatuan, keamanan dan ketertiban. Kalau ada persoalan atau keberatan terhadap suatu kegiatan, mari disampaikan melalui jalur yang tepat dan dipercayakan kepada pihak yang memiliki kewenangan untuk menanganinya,” tegasnya.
Beredarnya pamflet tersebut sebelumnya telah mendapat perhatian dari aparat keamanan. Polrestabes Makassar menyatakan belum menerima surat pemberitahuan maupun permohonan izin terkait kegiatan yang tercantum dalam pamflet. Polisi juga masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan pihaknya telah melakukan konfirmasi terhadap pemilik akun media sosial yang tercantum dalam pamflet. Pemilik akun disebut mengaku akunnya telah dibajak. Tim siber kemudian melakukan pendalaman untuk mengetahui pihak yang membuat atau menyebarkan informasi tersebut.
Selain itu, terdapat kejanggalan pada materi pamflet yang beredar karena mencantumkan tahun 2025, sementara kegiatan disebut akan berlangsung pada 25 September 2026. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang turut diperiksa dalam proses penyelidikan.
Pengelola Anjungan Pantai Losari juga menyatakan belum menerima surat pemberitahuan terkait rencana kegiatan tersebut. Pihak pengelola kemudian berkoordinasi dengan aparat keamanan sebagai langkah antisipasi.
Baso Muhammad Ikram kembali mengingatkan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik antarkelompok. Ia meminta masyarakat memberikan ruang kepada aparat dan pihak terkait untuk melakukan verifikasi serta mengambil langkah sesuai ketentuan.
“Kita semua tentu ingin Makassar tetap aman, damai dan kondusif. Karena itu, jangan sampai ada tindakan spontan yang justru memperkeruh keadaan. KNPI mengajak pemuda untuk tetap menjaga persaudaraan, menghormati aturan dan menyerahkan proses penanganannya kepada pihak yang berwenang,” kata Ikram.
Ia juga menekankan bahwa peran pemuda bukan hanya menyampaikan aspirasi, tetapi turut menjaga stabilitas sosial dan menciptakan ruang dialog ketika terjadi persoalan di masyarakat.
Sikap tersebut sejalan dengan agenda kepemudaan KNPI Kota Makassar yang selama ini mendorong pemuda untuk berkontribusi secara positif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Pada Agustus 2026, Ikram juga menekankan pentingnya semangat kebhinekaan sebagai kekuatan kolektif pemuda untuk saling menghargai, berkolaborasi dan menghasilkan karya nyata bagi masyarakat.
KNPI Kota Makassar mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban Kota Makassar.