Kasihan! Bupati Bone Andi Asman Tak Sebut Iwan Aras Saat Resmikan Jalan Lemo-Pasaka, Padahal Diperjuangkan di Senayan

Kasihan! Bupati Bone Andi Asman Tak Sebut Iwan Aras Saat Resmikan Jalan Lemo-Pasaka, Padahal Diperjuangkan di Senayan

IDMEDIA.ID, BONE – Ruas Jalan Lemo-Pasaka di Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, akhirnya diresmikan setelah dibangun melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD).

Program IJD merupakan salah satu kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan konektivitas jalan daerah.

Namun, seremoni peresmian ruas jalan tersebut menyisakan sorotan. Nama Andi Iwan Darmawan Aras (AIA), yang disebut turut mengawal aspirasi program tersebut di DPR RI, tidak disebut dalam momentum peresmian.

Ruas jalan sepanjang 1,6 kilometer itu diresmikan Bupati Bone H Andi Asman Sulaiman pada Kamis (17/9/2026). Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti.

Jalan yang menghubungkan wilayah Kahu dan Kajuara tersebut dikerjakan melalui skema Multi Years Contract (MYC) oleh CV Amarta Konstruksi dengan nilai kontrak mencapai Rp8,613 miliar.

Program pembangunan jalan tersebut disebut merupakan bagian dari aspirasi Andi Iwan Darmawan Aras, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR RI.

Sorotan mengenai kontribusi pihak yang mengawal program pembangunan itu disampaikan tokoh masyarakat Bone, Andi Irwandi Natsir.

Menurut Andi Irwandi, pembangunan infrastruktur di Bone semestinya dipandang sebagai hasil sinergi antara pemerintah daerah dan wakil rakyat yang memperjuangkan program pembangunan di tingkat pusat.

“Pertama, tentu kita mengapresiasi upaya dan kerja keras Pemda Bone membangun infrastruktur jalan yang memang menjadi harapan masyarakat Bone secara keseluruhan,” ujar Andi Irwandi.

Ia mengatakan, kemampuan fiskal pemerintah daerah memiliki keterbatasan, sementara kebutuhan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bone cukup besar. Karena itu, dukungan program pemerintah pusat melalui pengawalan anggota DPR RI dinilai turut berperan dalam mempercepat pembangunan di daerah.

“Untuk membangun Bone dibutuhkan sinergi seluruh stakeholder. Tidak mungkin semuanya hanya mengandalkan APBD kabupaten,” katanya.

Andi Irwandi secara khusus menyebut AIA sebagai salah satu anggota DPR RI yang menurutnya banyak memberikan dukungan terhadap pembangunan di Bone, termasuk di sektor jalan, pengairan, dan program bedah rumah.

Selain AIA, ia juga menyebut sejumlah anggota DPR RI lainnya yang dinilai turut memberikan dukungan bagi pembangunan Bone.

Andi Yuliani Paris disebut memberikan dukungan di sektor perikanan, nelayan, dan pertanian, termasuk bantuan pompa serta kapal nelayan.

Sementara itu, Andi Muawiyah Ramly disebut berkontribusi melalui sektor pendidikan, termasuk program beasiswa. Adapun Nurdin Halid juga disebut sebagai tokoh yang memberikan perhatian terhadap pembangunan di Bone.

Menurut Andi Irwandi, pembangunan yang bersumber dari program pemerintah pusat merupakan rangkaian proses yang melibatkan pengusulan dari daerah hingga pengawalan di tingkat pusat.

Karena itu, ia berharap kontribusi para wakil rakyat yang turut mengawal program pembangunan dapat tetap diakui secara proporsional ketika program tersebut terealisasi dan manfaatnya dirasakan masyarakat.

“Kalau tidak ada apresiasi dan pengakuan terhadap sumbangsih serta keterlibatan mereka dalam memberikan efek pembangunan di Bone, yang dirugikan pada akhirnya adalah masyarakat Bone sendiri,” tegasnya.

Berita Terkait
Baca Juga