Dosen FEB Unismuh Latih 212 Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Sidrap, Tekankan Mitigasi Risiko dan Antisipasi Kredit Macet

Dosen FEB Unismuh Latih 212 Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Sidrap, Tekankan Mitigasi Risiko dan Antisipasi Kredit Macet

IDMEDIA.ID, SIDRAP – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) melalui Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi menggelar Pelatihan Peningkatan Talenta Sumber Daya Manusia (SDM) bagi 212 Pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), 24–26 November 2025.

Pelatihan ini diikuti perwakilan dari 106 Koperasi Merah Putih se-Kabupaten Sidrap.

Kegiatan ini dibuka Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, praktisi, BUMN, Himbara, jajaran pemerintahan, hingga pelaku digitalisasi koperasi.

Salah satunya adalah Firman Syah, S.E., MM, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unismuh Makassar.

Dalam sambutannya, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa penguatan manajemen koperasi harus berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pelatihan ini bukan kegiatan formalitas. Pengurus koperasi harus profesional, transparan, dan berdaya saing. Hasilnya harus terlihat,” tegas Syaharuddin Alrif saat membuka acara di hadapan para peserta.

Ia juga mengingatkan pentingnya adaptasi koperasi terhadap digitalisasi, kualitas layanan, dan pemilihan lokasi gerai yang strategis agar koperasi dapat terus bersaing.

Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Nakertrans Sidrap, Adli Lukman, menjelaskan bahwa pelatihan berlangsung selama tiga hari untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan pengurus dalam pengelolaan organisasi serta usaha koperasi.

“Pelatihan diikuti 212 pengurus KDKMP dari seluruh desa dan kelurahan di Sidrap, masing-masing diwakili dua peserta,” kata Lukman.

Sementara itu, Narasumber Firman Syah membawakan dua materi inti, yakni Penyusunan Proposal Bisnis (Pitch Deck), Mitigasi Risiko, serta Penyusunan Proposal Pembiayaan dan Prosedur Pinjaman/Kredit.

Ia menekankan bahwa Koperasi Merah Putih dibentuk untuk memperkuat ekonomi desa melalui model bisnis modern KDKMP 8in1, namun tidak cukup hanya mengandalkan pinjaman dari bank Himbara atau Dana Desa.

“Jika mitigasi risiko tidak disiapkan dengan matang, koperasi bisa berhenti beroperasi karena kredit macet. Koperasi harus mampu menyusun proposal bisnis yang kuat dan memahami risiko pembiayaan sebelum melakukan ekspansi,” ujarnya.

Firman juga menilai bahwa Sidrap yang dinobatkan sebagai daerah dengan pertumbuhan PDRB terbaik di Sulsel mencapai 9,5 persen menjadi peluang besar bagi koperasi desa untuk berkembang.

Menurutnya, koperasi dapat menjadi solusi atas beragam masalah yang dihadapi petani, seperti akses pasar terbatas, harga tidak stabil, dan produktivitas rendah.

“Dengan rencana strategi (renstra) berbasis kebijakan yang fleksibel, kolaboratif, dan terukur, Koperasi Desa Merah Putih Sidrap dapat menjadi role model bagi koperasi desa lainnya,” terang Firman.

Berita Terkait
Baca Juga