Disperindag Sulsel Genjot Strategi Terpadu Dongkrak Daya Saing 1,8 Juta UMKM

IDMEDIA.ID, MAKASSAR – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Selatan menggeber strategi terpadu untuk memperkuat daya saing lebih dari 1,8 juta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah ini.
Langkah tersebut mencakup digitalisasi usaha, fasilitasi legalitas, pendampingan ekspor, penguatan rantai pasok, hingga promosi melalui pameran dan event.
Plt Sekretaris Disperindag Sulsel Nurfiansyah, menyebut strategi ini dirancang untuk membangun ekosistem UMKM yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan, sehingga mampu menembus pasar nasional hingga global.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi Sulsel. Dukungan pemerintah tidak cukup hanya memberi modal, tetapi harus terintegrasi mulai dari peningkatan kualitas produk, legalitas, pemasaran, sampai akses pasar global,” ujar Nurfiansyah, sekaligus mahasiswa pasca sarjana STIEM Bongaya Angkatan 47 ini, Senin (11/8/2025).
Dalam bidang digitalisasi, Disperindag mendorong transformasi bisnis pelaku usaha melalui pelatihan pengelolaan toko online, pemasaran di media sosial, dan strategi digital marketing. Saat ini, integrasi digital baru menyentuh 10 persen dari total UMKM Sulsel.
Untuk fasilitasi legalitas dan branding, ratusan pelaku UMKM difasilitasi sertifikasi halal, merek dagang, dan PIRT agar bisa menembus pasar modern seperti e-katalog dan retail besar.
Sementara di sektor ekspor, jumlah UMKM yang mengajukan Surat Keterangan Asal (SKA) melonjak dari 12 jenis usaha pada 2022 menjadi 920 jenis usaha hanya dalam lima bulan pertama 2023.
Disperindag juga menjalankan program export coaching dan mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli internasional melalui kerja sama dengan platform global seperti Alibaba.com.
Penguatan data dan rantai pasok dilakukan lewat aplikasi SIKLIK (Sistem Informasi Komoditas Unggulan, Industri, dan Kerajinan) yang menampilkan informasi produk unggulan Sulsel secara realtime.
Selain itu, promosi dan perluasan pasar dilakukan melalui berbagai event, seperti Ramadan Fest 2025 dan pelepasan ekspor Sulsel yang melibatkan 64 UMKM binaan, bekerja sama dengan Bank Sulselbar.
Pendekatan holistik ini, menurut Disperindag, diharapkan dapat memastikan UMKM Sulsel tidak hanya bertahan di tengah persaingan, tetapi juga berkembang menjadi pemain kuat di pasar internasional.