Bukan Candaan! Tangkapan Layar Diduga Ungkap Skema Fee Proyek Oknum Legislator dan Seret ‘Boska’ di Pangkep, KPK Jangan Tinggal Diam!

Bukan Candaan! Tangkapan Layar Diduga Ungkap Skema Fee Proyek Oknum Legislator dan Seret ‘Boska’ di Pangkep, KPK Jangan Tinggal Diam!

IDMEDIA.ID, PANGKEP — Dugaan permainan proyek swakelola di Kabupaten Pangkep makin panas.

Alih-alih meredam, klarifikasi yang disampaikan justru kian menguatkan kecurigaan publik terhadap isi tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menyeret nama anggota DPRD Pangkep, H Ikbal, dari Partai NasDem.

Dalam tangkapan layar yang viral itu terlihat percakapan soal pembagian fee 10–20 persen, lengkap dengan penyebutan pihak-pihak yang diduga ikut kecipratan, mulai dari kepala sekolah hingga aparat penegak hukum.

Aroma skandal ini memicu amarah mahasiswa. Pengurus Pusat Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa (IPPM) Pangkep turun ke jalan, menantang aparat hukum dan KPK untuk tidak menutup mata.

Ketua PP IPPM Pangkep, Syahrul, lantang mempertanyakan keberanian aparat penegak hukum.

“Kalau dugaan fee proyek ini benar, ini jelas-jelas praktik kotor. Kami tantang kejaksaan dan KPK: berani atau tidak mengusut tuntas permainan seperti ini?” tegasnya di depan Gedung Islamic Centre Pangkep, Selasa, 25 November 2025.

Syahrul menilai tindakan oknum anggota dewan yang mengunggah percakapan sensitif ke story WhatsApp sebagai bukti kecerobohan yang membuka tabir.

“Ini bukan sekadar gaduh. Ini dugaan mafia proyek yang melibatkan banyak pihak. Tidak boleh ada yang dilindungi,” ujarnya.

Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) IPPM Pangkep, Ahmad Habibi, lebih keras lagi mendesak Dewan Kehormatan (DK) DPRD Pangkep.

“Kalau benar anggota dewan bermain proyek, DK jangan diam. Ini tamparan keras bagi DPRD. Jangan-jangan dugaan ini baru puncak gunung es,” katanya.

Ikbal Membantah, Tapi Publik Makin Meragukan

H Ikbal akhirnya memberikan klarifikasi, namun pernyataannya menuai tanda tanya publik. Ia mengaku bahwa percakapan yang beredar itu hanya candaan dan percakapan internal.

“Itu bukan pembagian fee, bukan instruksi proyek. Hanya obrolan internal teman-teman,” pembelaan Ikbal.

Ia juga menyebut unggahan itu muncul akibat kesalahan teknis.

Namun, publik menilai klarifikasi ini tidak cukup, terlebih karena narasi candaan terasa tidak sejalan dengan bahasan angka fee yang cukup spesifik.

KPK Sudah Ingatkan: DPRD Jangan Main Proyek — Tapi Ada Yang Bandel?

KPK telah berulang kali mengingatkan anggota DPRD agar tidak bermain proyek. Namun kasus ini justru menunjukkan ada dugaan praktik yang seolah menantang peringatan lembaga antirasuah itu.

Mahasiswa meminta KPK turun langsung.

Internal NasDem: Sekretaris Partai pun Geram

Sekretaris NasDem Pangkep, Kadir Emo, meradang karena Ikbal disebut melakukan klarifikasi tanpa koordinasi.

“Ini persoalan serius. Partai pasti memanggil yang bersangkutan. Klarifikasi pun harus sesuai mekanisme, bukan bergerak sendiri,” katanya.

Sikap tegas partai dinilai penting agar publik tidak menilai NasDem membiarkan anggotanya bermain proyek.

Desakan Menguat: Jangan Ada yang Kebal

Aksi mahasiswa hari ini menegaskan satu hal:
Publik tidak mau kasus ini tenggelam.

IPPM menegaskan akan mengawal kasus ini sampai aparat penegak hukum—termasuk kejaksaan dan KPK—menunjukkan keberanian mereka memeriksa dugaan permainan proyek swakelola yang menyeret nama wakil rakyat.

Berita Terkait
Baca Juga