BMKG dan BRIN Ingatkan Potensi Gempa Megatrust M 8,8, Wilayah Mana Saja yang Bisa Terdampak?

IDMEDIA.ID, JAKARTA – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkap adanya potensi gempa megathrust di wilayah selatan Jawa.
Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia (PUSGEN 2017), wilayah tersebut berpotensi mengalami gempa bumi besar dengan kekuatan hingga magnitudo 8,8.
“Gempa sebesar itu bisa memicu tsunami besar yang berdampak hingga pesisir wilayah Yogyakarta,” demikian disampaikan BMKG dalam siaran pers, Rabu (24/9/2025).
Indonesia memang memiliki sejumlah zona megathrust, yakni wilayah pertemuan antarlempeng tektonik yang menyimpan energi sangat besar.
Ketika energi tersebut dilepaskan, dapat terjadi gempa bumi dahsyat yang bahkan memicu tsunami besar.
Lantas, wilayah Indonesia mana saja yang berpotensi terdampak gempa dan tsunami megathrust?
Seluruh pesisir selatan Jawa gerpotensi terdampak
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Kebumian dan Geohazard (PRKG) BRIN, Purna Sulastya Putra, menjelaskan hampir seluruh pantai selatan Jawa berpotensi terdampak jika gempa megathrust terjadi.
“Kalau lokasi mana yang akan paling terdampak, tentu bisa seluruh pantai selatan Jawa, karena tsunaminya bisa menerjang sepanjang garis pantai tersebut,” ujarnya saat dimintai informasi Kompas.com, Senin (6/10/2025).
Meski begitu, Purna menambahkan beberapa daerah memiliki perlindungan alami berupa gumuk pasir atau beach ridge yang bisa meredam kekuatan tsunami.
“Di beberapa wilayah seperti selatan Purworejo dan Kebumen, terdapat tanggul alami setinggi 9 meter atau lebih yang bisa mengurangi dampak tsunami,” jelasnya.
Dampak guncangan bisa dirasakan hingga utara Jawa
Menurut Purna, jika gempa megathrust berkekuatan besar itu benar terjadi, guncangannya dapat dirasakan di hampir seluruh Pulau Jawa.
“Karena magnitudonya besar, seluruh Pulau Jawa berpotensi merasakan goncangan. Ini karena sumber patahan (rupture) membentang hampir sepanjang Jawa,” katanya.
Bahkan, wilayah bagian tengah dan utara Jawa pun berisiko mengalami guncangan keras.
Sebagai perbandingan, Purna menyinggung gempa Tasikmalaya tahun 2009 yang bermagnitudo 7,3.
“Gempa itu dirasakan di hampir seluruh wilayah Jawa, bahkan menyebabkan rumah rusak di Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Tsunami besar akan datang lagi
Purna menjelaskanm para peneliti menemukan jejak tsunami purba (paleotsunami) yang ditemukan memanjang dari pantai selatan Banten (Lebak) sampai pantai selatan Pacitan.
Jejak tsunami tersebut membuktikan pernah mampu menyapu wilayah sepanjang ratusan kilometer, yang mana hanya bisa terjadi jika sumber gempanya juga sangat panjang.
“Artinya, ada rupture sepanjang 800-900 km di sepanjang wilayah tersebut, dan itu yang menghasilkan gempa magnitudo 9,” jelas Purna.
Selain itu, para peneliti menemukan tiga lapisan endapan paleotsunami di wilayah selatan Jawa. Setiap lapisan menunjukkan peristiwa tsunami besar yang berbeda.
Melalui radiocarbon dating, waktu kejadiannya diperkirakan sekitar 1800 tahun lalu, 1000 tahun lalu, dan 400 tahun lalu.
“Artinya dari tiga lapisan paleotsunami tersebut, dengan waktu perulangan sekitar 800-600 tahun sekali,” jelas Purna.
Purna mengatakan, jika kejadian terakhir tsunami besar adalah sekitar 400 tahun yang lalu, maka kemungkinan terjadi kembali adalah 200-400 tahun yang akan datang.
“Namun tentu saja masih perlu banyak data untuk menentukan secara lebih tepat waktu perulangannya,” pungkas Purna.